Air Bersih menjadi kebutuhan paling krusial yang diprioritaskan penanganannya oleh pemerintah kabupaten seiring meluasnya dampak musim kemarau di berbagai kecamatan. Kekeringan yang berkepanjangan telah menyebabkan sumber air warga dan sumur resapan masyarakat mengering secara drastis. Kondisi ini memaksa warga di puluhan desa mengandalkan bantuan pasokan tangki air untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum harian. Pemkab bergerak cepat menyalurkan ribuan liter bantuan air bersih guna mencegah terjadinya krisis kesehatan di pemukiman terdampak.
Penyaluran pasokan bantuan air bersih difokuskan pada kawasan perbukitan dan desa-desa terisolir yang paling parah terdampak bencana kekeringan. Armada truk tangki dari BPBD, PDAM, dan dinas sosial dikerahkan setiap hari untuk mengisi tandon-tandon penampungan air milik warga. Petugas memastikan bahwa distribusi bantuan air dilakukan secara adil dan merata tanpa ada desa yang terlewatkan. Selain itu, pemerintah mengimbau warga untuk menggunakan pasokan air secara bijak dan hemat hanya untuk kebutuhan mendesak.
Upaya penanganan kelangkaan air bersih jangka panjang disiapkan pemkab dengan merencanakan pembuatan sumur bor dalam di kawasan rawan kekeringan. Pembuatan jaringan pipa air bersih dari sumber mata air pegunungan juga akan diperluas guna menjangkau pemukiman warga di dataran rendah. Pemerintah berkoordinasi dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove untuk membenahi area resapan air di wilayah hulu. Langkah infrastruktur ini penting agar krisis pasokan air tidak terus berulang setiap kali musim kemarau tiba.
Masyarakat menyambut lega bantuan pasokan air yang rutin disalurkan oleh pemkab di tengah kesulitan air bersih yang melanda desa mereka. Warga bergotong-royong menyiapkan wadah penampungan air dan mengatur antrean secara tertib saat truk tangki bantuan tiba di lokasi. Bantuan ini sangat membantu mengurangi beban pengeluaran warga yang sebelumnya terpaksa membeli air dari penadah swasta. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman dampak kekeringan kemarau.
Pemkab berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan pasokan air hingga musim hujan kembali turun dan sumber air warga pulih secara normal. Pengawasan terhadap kualitas air yang disalurkan terus dilakukan oleh dinas kesehatan guna memastikan air aman dikonsumsi warga. Masyarakat diminta untuk tetap memelihara kelestarian lingkungan dan tidak merusak pohon-pohon penangkap air di area resapan. Dengan penanganan yang terintegrasi, dampak krisis kekeringan dapat ditanggulangi dengan baik.