Tsunami Mini Nias: BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Tak Terduga

Masyarakat kepulauan Nias, Sumatera Utara, sempat dilanda kepanikan setelah terjadi fenomena Tsunami mini Nias yang tiba-tiba menerjang beberapa pantai di kawasan Pulau Nias Selatan. Meskipun ketinggian gelombang tidak signifikan, kejadian ini memicu trauma lama dan menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga. Menanggapi peristiwa ini, BMKG ungkap penyebab munculnya gelombang tak terduga tersebut setelah melakukan analisis data seismik dan pasang surut air laut secara intensif. Fenomena Tsunami mini Nias ini, yang terjadi tanpa didahului gempa besar, menunjukkan kompleksitas geologi di zona subduksi Mentawai.

Peristiwa yang dikenal warga sebagai Tsunami mini Nias ini dilaporkan terjadi pada Jumat, 12 Desember 2025, sekitar pukul 14.30 WIB, di mana air laut tiba-tiba surut secara drastis, diikuti oleh dua gelombang kecil dengan ketinggian maksimum sekitar 50 hingga 70 sentimeter yang mencapai daratan. Gelombang tak terduga ini terutama menerjang area pesisir di Kecamatan Teluk Dalam dan Pulau Hibala. Meskipun tidak ada korban jiwa, beberapa perahu nelayan mengalami kerusakan ringan dan menimbulkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

Setelah melakukan kajian mendalam, BMKG ungkap penyebab utama dari gelombang tak terduga tersebut. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, M.Si., dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu, 13 Desember 2025, menjelaskan bahwa gelombang tersebut bukan disebabkan oleh gempa tektonik besar, melainkan kemungkinan besar dipicu oleh landslide atau longsoran di bawah laut (submarine landslide). Longsoran bawah laut ini terjadi akibat akumulasi sedimen di lereng benua yang labil, yang kemudian runtuh setelah dipicu oleh gempa berkekuatan kecil 4.2 Skala Richter di kedalaman dangkal sekitar 15 kilometer di bawah laut.

Langkah cepat diambil oleh aparat untuk menenangkan dan mengedukasi masyarakat. Kapolres Nias Selatan, AKBP Teddy Setiawan, S.H., S.I.K., M.H., segera mengerahkan timnya ke lokasi terdampak pada Sabtu malam, 13 Desember 2025, untuk memberikan imbauan agar warga tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita bohong (hoax). AKBP Teddy Setiawan menegaskan bahwa informasi resmi mengenai Tsunami mini Nias dan gelombang tak terduga hanya bersumber dari BMKG.

Penting bagi masyarakat pesisir untuk selalu waspada, bahkan setelah BMKG ungkap penyebab bencana. Pemerintah daerah dan BMKG kini sedang mengkaji pemasangan sistem deteksi longsor bawah laut di wilayah tersebut untuk mitigasi yang lebih baik di masa mendatang.